Sejarah Komik Tahun 2004
Tahun 2004 memiliki jumlah komik lokal yang terbit mengalami penurunan yang cukup drastis, setelah sebelumnya meningkat pada tahun 2003. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya komik impor, terutama manga Jepang yang lebih diminati oleh pembaca.Meskipun begitu, komunitas komik seperti Bengkel Qomik dan Daging Tumbuh tetap aktif dan mengadakan acara seperti Pasar Komik Anak Negeri (PKAN) untuk mempromosikan karya komikus pada saat itu.
Pada masa ini, banyak komikus Indonesia yang tidak fokus sepenuhnya pada komik. Mereka bersembunyi dengan cara bekerja di bidang lain seperti animator, desainer grafis, atau ilustrator buku. Akibatnya, komik yag dibuat cenderung mengikuti gaya lain, seperti kartun atau komik Eropa-Amerika yang hasilnya terlihat bagus secara gambar. Namun, dari segi cerita masih lemah, sehingga komik tersebut kurang menarik secara keseluruhan.
Secara umum, kondisi pasar komik Indonesia saat itu kurang berkembang dan mengalami penurunan. Situasi ini membuat banyak penerbit kesulitan untuk menerbitkan komik lokal dan gagal untuk memikat pembaca. Penurunan jumlah komik Indonesia pada tahun 2004 juga disebabkan kurang suksesnya penjualan komik dari penerbit M&C! Gramedia. Hal ini membuat para komikus mengira bahwa rendahnya minat pembaca terhadap komik lokal. Salah satu peyebab terjadinya penurunan dikarenakan harga komik yang dianggap mahal dibandingkan dengan komik Indonesia lainnya maupun pembaca dan pilihan pembaca yang meprioritaskan pemilihan format komik.
Disisi lain, tahun 2004 juga menjadi awal munculnya komik digital. Perusahaan Naver dari Korea Selatan mulai mengembangkan layanan Webtoon, yang kemudian mengubah cara orang membaca komik di seluruh dunia. Walaupun Webtoon baru populer dan resmi diliris secara luas pada tahun 2014, awal perkembangannya sudah mulai sejak sekitar tahun 2004.
Karena itu, tahun 2004 dapat disebut sebagai masa transisi. Disatu sisi, jumlah komik cetak Indonesia mulai menurun. Namun, di sisi lain mulai hadir teknologi yang menjadi awal peralihan komik cetak ke komik digital yang nantinya akan sangat berkembang di masa depan.
Sumber:
Tirtaatmadja, I., Nurviana, N., & Zpalanzani, A. (2012). Pemetaan Komik Indonesia Periode Tahun 1995 - 2008. Wimba: Jurnal Komunikasi Visual, 4(1), 75-91.
Puja. (2009). Sejarah Komik Indonesia: Kepala Tanpa Leher. http://sastra-indonesia.com/2009/12/sejarah-komik-indonesia-kepala-tanpa-leher/ (diakses pada 06 April 2026).


Komentar
Posting Komentar